Laga Mesir vs Benin: Kami Bahas Statistik dan Prediksi
- admin
- 0
- Posted on

Di hadapan 45.480 penonton di Le Grand Stade Agadir, sebuah pertandingan gugur AFCON 2025 berakhir tipis 1-0 dan menentukan nasib tim. Hasil itu terasa krusial karena satu gol pada menit ke-69 oleh Marwan Attia, dituntun assist Mohamed Hany, jadi penentu.
Kami membuka ulasan ini dengan konteks singkat: ini adalah laga fase gugur yang menuntut perhatian pada detail kecil. Kami akan menyajikan rekap skor, momen kunci, dan data penguasaan bola sebagai dasar analisis, termasuk analisis stamina pemain yang bisa ditemukan di platform seperti 888vipbet.
Untuk pembaca penggemar sepak bola di Indonesia, duel ini punya daya tarik soal jam tayang WIB dan drama favorit melawan kuda hitam. Kami menegaskan bahwa data pertandingan — gol, venue, cuaca 17°C, dan alur serangan — dipakai sebagai pijakan, bukan sekadar opini.
Kami akan memandu pembaca mulai dari latar dan jadwal, lalu kronologi momen penentu, statistik utama, hingga prediksi berbasis angka dan gaya main. Tujuannya agar pembaca cepat menangkap mengapa kontrol permainan dan efisiensi jadi pembeda dalam laga ketat ini.Ringkasan Utama
- Kami mengulas pertandingan 16 besar AFCON yang berakhir 1-0.
- Gol penentu oleh Marwan Attia pada menit 69, assist Mohamed Hany.
- Venue: Le Grand Stade Agadir, kapasitas 45.480; kondisi 17°C.
- Fokus analisis: penguasaan bola, tren serangan, dan efisiensi penyelesaian.
- Kami gunakan data sebagai pijakan untuk prediksi dan implikasi odds.
Mesir vs Benin di Babak 16 Besar AFCON 2025
Kick-off pukul 23.00 WIB menandai bentrok sengit antara dua pendekatan berbeda di lapangan.
Jadwal, jam tayang WIB, dan lokasi laga
Kami mencatat tanggal resmi: Senin, 5 Januari 2026, mulai pukul 23.00 WIB. Siaran resmi tersedia di beIN Sports, sehingga pemirsa Indonesia bisa menyiapkan jadwal nonton.
Venue laga adalah Stade Adrar (Le Grand Stade Agadir) di Maroko. Stadion ini berkapasitas 45.480, berpermukaan rumput, dan kondisi saat kick-off sekitar 17°C. Faktor lapangan dan cuaca bisa memengaruhi tempo serta intensitas permainan.
Gambaran singkat: favorit kontra kuda hitam
Dalam narasi pra-laga, nama besar dengan tujuh gelar menjadi favorit; lawannya datang sebagai kuda hitam setelah lolos sebagai peringkat tiga terbaik dan membawa moral dari kemenangan 1-0 atas Botswana.
Kami menilai duel ini bukan sekadar pertemuan nama, melainkan benturan gaya: satu pihak mengontrol penguasaan bola, sementara pihak lain menunggu peluang lewat serangan balik dan bola mati. Kerangka inilah yang akan menentukan alur pertandingan dan keputusan taktis pelatih kedua tim.
Skor Akhir dan Momen Penentu Pertandingan
Pertandingan berakhir dengan satu momen yang menentukan, ketika skor berubah pada babak kedua. Hasil akhir tercatat 1-0 untuk Mesir, menegaskan bahwa satu gol cukup memisahkan kedua tim pada malam yang ketat ini.
Gol kemenangan: Marwan Attia 69’
Gol datang pada menit ke-69 melalui Marwan Attia setelah menerima assist dari Mohamed Hany. Tendangan itu jadi titik balik karena segera mengubah prioritas taktis kedua kubu.
Setelah gol, tim yang memimpin lebih memilih menahan ritme dan mengamankan area berbahaya. Lawan pun dipaksa membuka blok bertahan untuk mencari penyama, sehingga ruang untuk serangan balik menjadi lebih terlihat.
Pergantian pemain dan pengaruh tambahan waktu
Perubahan pemain memperlihatkan usaha adaptasi: Dossou masuk menit 32 untuk menambah opsi transisi. Di detik lain, pergantian ganda menit 59 membawa Emam Ashour dan Zizo, langkah yang menaikkan energi ofensif jelang gol.
Penggantian di jeda pertama (El Fotouh menggantikan Hamdi pada 45’+1) juga berperan menyeimbangkan sayap. Tambahan waktu +5 menit di babak pertama memengaruhi pengelolaan tenaga dan intensitas pressing, sehingga tempo laga tidak konstan dari awal hingga akhir.
Statistik Utama Mesir dan Benin yang Paling Menentukan
Data utama memperlihatkan pola: dominasi bola tidak selalu berbanding lurus dengan banyak gol. Penguasaan 57,8% berbanding 42,2% menunjukkan satu pihak lebih sering menginisiasi serangan, sementara lawan menunggu celah transisi.
Penguasaan dan pola serangan
Possession 57,8% vs 42,2% jadi indikator kontrol. Namun, dalam pertandingan yang berakhir 1-0, kepadatan area pertahanan lawan membuat dominasi bola sulit dikonversi jadi skor lebih lebar.
Efektivitas peluang
Kami melihat kualitas peluang lewat metrik shots on goal dan shot attempts. Yang menentukan bukan jumlah percobaan, melainkan konversi momen. Satu gol penentu memperkuat argumen itu.
Disiplin dan bola mati
Kartu kuning dan pelanggaran mengubah cara kedua tim menekan. Bola mati—free kick dan sepak pojok—jadi peluang krusial ketika permainan terblok. Tekanan dari sepak pojok meningkatkan kemungkinan second ball dan sapuan yang menghasilkan ancaman nyata.
Kesimpulannya, possession, kualitas peluang, disiplin, dan bola mati adalah lensa utama untuk memahami mengapa duel ini tetap ketat meski ada perbedaan kontrol bola.
Susunan Pemain, Formasi, dan Performa Individu
Susunan pemain dan formasi memberi gambaran awal tentang bagaimana kedua tim mengelola ruang di lapangan dalam pertandingan ini.
Formasi 3-5-2 dan fungsi trio bek
Mesir tampil dengan pola 3-5-2. Trio bek menjaga transisi saat wing-back naik sehingga counter lawan teredam.
Peran itu terlihat praktis: bek sentral menutup ruang di tengah, sementara dua bek sisi meliputi celah yang ditinggalkan saat sayap maju.
4-2-3-1 yang menumpuk lini tengah
Benin memakai 4-2-3-1 untuk menumpuk area tengah. Dua gelandang jangkar menutup ruang antar lini dan memutus aliran bola lawan.
Tiga gelandang serang menekan half-space, sedangkan striker jadi titik serangan balik dan bola panjang.
Pemain kunci di lini serang
Mohamed Salah berfungsi sebagai pengikat penjagaan. Marmoush menempati ruang kosong, dan Trezeguet memberi dukungan kreatif di sisi.
Dari rating, Attia (7,8) dan Hany (7,7) menonjol lewat kontribusi langsung pada gol dan lebar permainan.
Pemain kunci lawan dan pergantian
Yohan Roche tampil sebagai figur penting dengan rating 7,5, sementara Steve Mounie memberi pengalaman dan duel fisik saat bertahan lama.
Pergantian menit 59 (Ashour dan Zizo) menambah intensitas serta variasi serangan, yang krusial jelang menit penentu.
Rekor Head-to-Head dan Tren Performa Terbaru Kedua Tim
Rekam jejak pertemuan memberi konteks penting sebelum melihat performa terkini. Dalam empat duel terakhir, Mesir tak terkalahkan: tiga kemenangan dan satu imbang. Data ini mendukung posisi mereka sebagai favorit secara historis.
Bagaimana head-to-head memengaruhi psikologi pertandingan
Hasil H2H berfungsi sebagai pijakan psikologis dan taktis. Lawan yang berstatus underdog sering menutup celah lebih rapat, sementara favorit perlu menakar risiko agar tidak terpancing frustrasi.
Rapor hasil terakhir sang favorit
Kami melihat tren Mesir relatif stabil: beberapa laga berakhir tipis seperti 1-0 melawan Afrika Selatan dan 0-0 lawan Angola. Ini menunjukkan kemampuan mereka mengelola pertandingan ketat.
Namun ada catatan negatif, yakni kekalahan 0-3 dari Yordania. Itu menjadi pengingat bahwa organisasi yang runtuh bisa membuka celah besar bagi lawan.
Rapor hasil terakhir sang kuda hitam
Catatan Benin menunjukkan masalah produktivitas: beberapa kekalahan tanpa gol dan margin besar di beberapa laga. Kemenangan 1-0 atas Botswana jadi bukti bahwa mereka mampu memaksimalkan momen bola mati atau serangan balik.
Kesimpulannya, tim yang lebih stabil cenderung unggul di fase gugur. Namun, pola margin tipis memberi ruang bagi kejutan bila sang favorit kesulitan membuka pertahanan lawan pada menit awal.
Analisis Taktik: Cara Mesir Menang dan Titik Lemah Benin
Di bagian ini, kami mengurai bagaimana struktur permainan memengaruhi tercipta atau gagalnya peluang. Fokus kami ialah pola build-up, tekanan di lini tengah, serta cara sayap dimanfaatkan untuk membuka ruang.
Kontrol build-up dan dominasi lini tengah
Kombinasi tiga bek memberi dasar untuk mengedarkan bola dari belakang. Bola disalurkan ke gelandang untuk menarik blok lawan sebelum dipindah ke sayap.
Possession 57,8% berbanding 42,2% mencerminkan dominasi ini. Pola berulang memaksa lawan mundur dan membuka celah di sisi sayap.
Rencana bertahan dan ancaman balik lawan
Rival mengandalkan blok kompak 4-2-3-1 untuk menutup ruang antar lini. Strategi itu memaksa penguasaan bola pemain pengontrol agar menunggu momen tepat.
Serangan balik cepat dan set piece menjadi opsi utama mereka. Gol menit 69—berasal dari assist Hany—menggambarkan bagaimana eksekusi momen menentukan hasil.
Duel kunci dan skenario pertandingan
Perang sisi sayap adalah duel kunci: wing-back dan pemain serang lawan harus menangkal overload. Jika lini tengah memenangkan second ball, lawan terkurung.
Jika lawan bertahan lama tanpa kebobolan, tekanan psikologis bergeser ke pengendali bola sehingga permainan menjadi lebih fisik. Sebaliknya, gol cepat membuat blok terbuka dan memperbesar ruang transisi.
Kesimpulannya, kontrol sabar serta ketepatan eksekusi momen—seperti assist dan penyelesaian—jadi pembeda utama dalam pertandingan semacam ini.
Prediksi Skor dan Implikasi Odds Menjelang Kick-off
Market odds sering jadi barometer realistis; mari telaah angka yang tersedia. Kami ringkas: Moneyline menunjukkan favorit kuat dengan nilai -240, imbang di +320, dan peluang tim underdog sangat kecil di +6000.
Ringkasan garis dan arti pasar
Total gol menunjuk kecenderungan laga rendah gol. Garis u2.5 pada -165 dan o1.5 EVEN memberi sinyal bahwa pasar mengantisipasi satu atau dua gol saja.
Prediksi rentang skor
Berdasar gaya main dan angka, prediksi realistis kami adalah 1-0 atau 2-0 untuk tim favorit. Gol pertama amat menentukan; jika tercipta awal, skor bisa melebar jadi 2-0 atau 3-0.
Alternatif skenario: bila tim underdog bertahan rapat, 1-0 tetap skenario paling masuk akal. Catatan penting: odds bisa berubah dekat kick-off, jadi kami sarankan pengecekan ulang sebelum bertaruh atau membuat keputusan.
Kesimpulan
Akhir laga menegaskan bahwa kontrol permainan dan ketepatan momen jadi pembeda utama. Hasil 1-0 diputuskan oleh gol Marwan Attia pada menit ke-69 melalui assist Mohamed Hany, sebuah momen yang menentukan ritme laga.
Penguasaan bola 57,8% berbanding 42,2% memberi bukti bahwa kemenangan lahir dari kombinasi kontrol dan kesabaran membongkar blok lawan. Satu koneksi tepat pada sayap dan eksekusi penyelesaian cukup untuk memisahkan kedua tim.
Benin menunjukkan organisasi dan ketahanan, namun kesulitan mengubah pola bertahan jadi ancaman berkelanjutan saat transisi dikunci. Untuk pembaca Indonesia yang menonton sepak bola, gunakan statistik, tren, dan konteks taktik untuk membaca laga lebih utuh. Perhatikan kontrol, kualitas peluang, disiplin, dan efektivitas momen pada pertandingan selanjutnya.